Wow..Dubai Produksi Wine Halal

Lussory, Wine Halal
Lussory, Wine Halal

DUBAI — Perusahaan di Dubai mengumumkan peluncuran wine halal pertama di dunia. Namun, wine halal itu rupanya dikhususkan bagi kalangan atas di negeri minyak tersebut.

Secara fisik, tampilan Lussory–demikian nama wine itu, nyaris tak berbeda dengan wine pada umumnya. Bentuk botolnya, berikut penutup botol tersebut. Yang membedakan mungkin lapisan emas 24 karat pada lapisan penutup botolnya.

Untuk bahan bakunya, Lussory memilih anggur dari La Mancha Spanyol. Selanjutnya, anggur ini dibuat dengan cara yang sama persis seperti anggur biasa. Sayang, tidak dijelaskan bagaimana kadar alkohol dalam anggur itu dihilangkan. Yang pasti, perusahaan tersebut mengklaim Lussory halal 100 persen.

“Kami mendapatkan permintaan yang besar untuk wine halal dari konsumen kami dan klien, yang ingin menawarkan pengalaman berbeda di pesta pernikahan, ulang tahun atau acara perusahaan,” ungkap Tony Colley, General Manager Lootah Premium Foods, seperti dilansir onislam.net, Selasa (2/9).

(republika.co.id)

Posted in (*)

Amnesty International: Pencaplokan oleh Israel Terbesar Sepanjang Tiga Dekade

Wilayah Palestina sejak perampasan oleh Israel tahun 1946 terus berkurang. Hingga kini, wilayah Palestina hanya terbagi di Jalur Gaza dan Tepi Barat. (Ilustrasi)
Wilayah Palestina sejak perampasan oleh Israel tahun 1946 terus berkurang. Hingga kini, wilayah Palestina hanya terbagi di Jalur Gaza dan Tepi Barat. (Ilustrasi)

KAIRO — Pemerintah Mesir secara resmi mengecam tindakan Israel yang mencaplok lahan di Tepi Barat. Tak hanya Mesir, dunia internasional juga mengecam tindakan keterlaluan Israel tersebut.

Amnesty International mengatakan pencaplokan ini merupakan yang terbesar sejak wilayah Palestina diduduki pada 1980. “Strategi Israel mencaplok lahan di Tepi Barat secara ilegal harus dihentikan,” kata Philip Luther dari Amnesty dikutip dari AFP, Selasa (2/9).

“Pada instruksi eselon politik, empat ribu dunam di tanah pendudukan dinyatakan sebagai tanah negara,” kata departemen militer Israel yang bertanggung jawab mengelola urusan sipil di wilayah Palestina.

Lanjutnya, langkah ini merupakan keputusan politik setelah terjadinya penculikan dan pembunuhan tiga pemuda Israel di daerah tersebut. Warga Palestina pun menyerukan langkah diplomasi terhadap tindakan Israel ini.

Sementara itu, kampanye perdamaian Israel menyebut perebutan lahan di Palestina itu merupakan yang terbesar dalam tiga dekade. “Yang kami tahu, pernyataan pencaplokan ini merupakan yang terbesar sejak 1980 dan dapat merubah kenyataan di Gush Etzion dan daerah Bethlehem,” kata Peace Now.

(republika.co.id)

Posted in (*)

Kapolri: Silakan Polisi yang Ditangkap Malaysia Dihukum Mati

Kapolri Jenderal Sutarman

Kapolri Jenderal Sutarman (VIVAnews/Anhar Rizki Affandi)
Kapolri Jenderal Sutarman menyerahkan proses hukum sepenuhnya dua perwira polisi AKBP Idha Endri Prastiono dan Bripka Harahap yang tertangkap terkait dugaan kejahatan narkotika di Kuching Malaysia. Bahkan Sutarman menyerahkan kalau penegak hukum mengganjar hukuman maksimal kepada dua anggotanya itu.
“Kalau seandainya terbukti sindikat tapi barangnya tidak di tangannya. Malaysia itu kalau barangnya ditemukan di tangannya, hukumannya berat mungkin hukuman mati. Tapi barangnya tidak di situ,” ujarnya di studio VivaOne, Jakarta, Senin malam 1 September 2014.
Ia mengatakan jika barang bukti tidak ada di situ, ia menduga ada bukti lain yang mengaitkan dua polisi dengan barang yang ditangkap di Kuala Lumpur.
Sutarman melanjutkan, jika memang keduanya terbukti bersalah, mereka harus mendapatkan hukuman yang sangat berat. Sebab keduanya merupakan penegak hukum yang seharusnya menjadi contoh masyarakat.
“Kalau betul-betul itu salah, kita menghormati hukum Malaysia dan hukum seberat-beratnya. Karena itu adalah aparatur penegak hukum, hukumannya harus lebih dari yang lain,” tuturnya.
Meski keduanya diduga kuat terlibat dalam kejahatan berat, namun Polri tak lepas tangan. Insitusi penegak hukum itu, kata Sutarman bakal memberikan bantuan hukum. Polisi akan mengirimkan tim advokat ke Negeri Jiran.
“Sebagai warga negara dia punya hak untuk bantuan itu, tentu kami mengirim bantuan itu untuk menilai betul. Jangan sampai kalau tidak bersalah dilakukan tindakan keliru, kalau salah kita menghormati hukum yang berlaku,” ujar mantan Kabareskrim itu.
Kata dia, di luar proses hukum di Malaysia, Polri juga akan menggelar sidang etik terhadap keduanya. Diketahui keduanya sering melanggar etik selama ini dan sudah terakumulasi.
“Kami larikan ke sidang kode etik, keputusan kode etik itu dua. Dia masih layak menjadi anggota polisi atau tidak layak. Kalau layak tentu ada pembinaan, kalau tidak layak tentu dilakukan pemberhentian. Kami lihat perkembangannya seperti apa,” tegasnya.
(viva.co.id)
Posted in (*)

Rusia desak Israel pertimbangkan pengambilalihan tanah di Tepi Barat

Rusia desak Israel pertimbangkan pengambilalihan tanah di Tepi Barat

Pemukiman Yahudi Tepi Barat Maale Adumim (depan) terlihat di dekat Yerusalem, Selasa (4/12). Untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, rencana untuk memperluas pemukiman Israel dapat mengakibatkan krisis diplomatik dengan Eropa namun dapat menjadi pertaruhan yang baik di pemilu. (REUTERS/Ammar Awad)

Moskow telah mendesak Israel mempertimbangkan kembali keputusannya untuk mengambil alih 400 hektar wilayah Palestina di Tepi Barat yang diduduki, kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam satu pernyataan Senin.

“Moskow sangat prihatin dengan informasi tentang rencana Israel untuk mencaplok tanah di wilayah Palestina itu. Jika (rencana itu) dilakukan, tindakan sepihak tersebut akan secara signifikan merusak prospek proses perdamaian Palestina-Israel, yang, seperti yang diketahui, berdasarkan gambar perbatasan bagi negara Palestina di masa depan sesuai dengan garis 1967,” kata pernyataan itu, lapor RIA Novosti.

Pada Ahad, Israel mengumumkan bahwa mereka akan mengakui sekitar 400 hektar tanah di selatan Tepi Barat yang mereka duduki sebagai tanah negara.

Menurut laporan-laporan media, keputusan itu dibuat setelah pembunuhan tiga remaja Israel di daerah tersebut pada Juni.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengecam kekerasan terhadap warga sipil di daerah itu, tetapi menyatakan bahwa tindakan seperti pembalasan tidak konstruktif dan akan meminimalkan kemungkinan mencapai kompromi.

(antaranews.com)

Posted in (*)

Indonesia-Singapura Segera Tandatangani Perjanjian Batas Wilayah

Marty Natalegawa
Marty Natalegawa

JAKARTA — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan bertolak ke Singapura. Agenda utamanya taklain menandatangani perjanjian batas wilayah antara Indonesia dan Singapura.

Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa mengatakan akan ada pertemuan terbatas dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong dan dilanjutkan dengan Presiden Tony Tan Keng Yam.

“Di sana akan diteken perjanjian antara Singapura dan Indonesia terkait perbatasan laut,” katanya, Senin (1/9).

Marty mengatakan, perjanjian yang akan disepakati adalah wilayah laut di Selat Singapura bagian timur segmen I yang mencakup wilayah Pulau Batam hingga Changi. Sebelumnya, Indonesia sudah sepakat batas wilayah laut di Selat Singapura bagian barat yang mencakup Pulau Nipa hingga Tuas pada tahun 2009.

“Bagian timur masih pending, karena bersinggungan antara wilayah Singapura dan Malaysia, tapi sekarang sudah disepakati. Tapi yang disepakati kali ini yang bagian timur segmen 1. Sementara, yang segmen 2 (wilayah Pulau Bintan-South Ledge/Middle Rock/Pedra Branca melibatkan Malaysia masih pending,” kata Marty.

(republika.co.id)

Posted in (*)

Kabinet Profesional Jokowi Bisa Dari Parpol

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.

JAKARTA — Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai NasDem Ferry Mursyidan Baldan menegaskan kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendatang akan diisi tokoh profesional yang dapat bekerja sama.

“Tokoh profesional itu tidak harus dari intelektual atau akademisi, tapi bisa juga dari partai politik,” kata Ferry pada diskusi “Sistem Presidensial: Antara Teori dan Praktek” di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Senin (1/9).

Menurut Ferry, pengertian profesional adalah orang yang profesional di bidangnya, memiliki kinerja baik, serta mampu memimpin dan bekerja sama.

“Penempatan tokoh profesional itu tidak ada dikotomi antara tokoh dari partai dan nonpartai,” katanya.

Ferry mengakui banyak usulan dari publik maupun relawan agar pemerintahan Jokowi disokong kabinet yang ramping dan profesional. Semua usulan tersebut, kata dia, masih terus dikaji dengan menyerap masukan dari berbagai pihak.

Ferry mengatakan usulan perampingan kabinet memiliki konsekuensi yakni pengalihan birokrasi, mulai dari pejabat eselon satu hingga staf.

“Kami juga mempertimbangkan tidak merombak postur kabinet, tapi meningkatkan kinerja menteri untuk lebih efisien dan efektif,” katanya.

Dia menambahkan, semua usulan dan kajian tersebut akan disampaikan kepada Jokowi pada pertengahan September mendatang.

“Karena keputusannya tetap pada presiden terpilih,” katanya.

(republika.co.id)

Posted in (*)

Kegagalan Parpol Islam Lahirkan Pemimpin

Professor Ahmad Syafii Maarif
Professor Ahmad Syafii Maarif

Oleh: Ahmad Syafii Maarif

Adalah sebuah kerugian besar bagi bangsa ini karena parpol Islam pasca partai Masyumi dan pasca partai NU gagal melahirkan pemimpin, nasional dan lokal, yang mendapat kepercayaan rakyat banyak. Di kalangan Masyumi dulu banyak muncul pemimpin kelas nasional setanding dengan Soekarno, Hatta, Sjahrir, Wilopo, I.J. Kasimo, Johannes Leimena, dan lain-lain. Nama-nama semisal Soekiman Wirjosendjojo, Mohammad Natsir, Mohamad Roem, Prawoto Mangkusasmito, Sjafruddin Prawiranegara, Jusuf Wibisono, Burhanudin Harahap, adalah tokoh-tokoh nasional idealis dengan karakter kepemimpinan yang kuat.

Dari rahim NU, kita mengenal KH Hasjim Asy’ari, KH Wahab Chasbullah, KH Wahid Hasjim, Imron Rosjadi, KH Masjkur, KH Iljas, Subchan ZE, dan yang terbaru adalah Abdurrahman Wahid dan K.H. Ahmad Hasjim Muzadi. Dua nama terakhir ini memang dibentuk oleh kultur NU, sedangkan para pendahulunya adalah pembentuk NU.

Seperti halnya yang berlaku dalam NU, nama-nama tokoh Masyumi di atas adalah pembentuk Masyumi, bukan yang dibentuk oleh partai ini. Karena Masyumi mengalami kecelakaan sejarah, partai ini hanya sempat bernafas selama 15 tahun (1945-1960). Usia pendek inilah yang menghalangi Masyumi mencetak kader penerusnya untuk disiapkan menjadi memimpin Indonesia. Kehancuran Masyumi adalah sebuah malapetaka bagi perkembangan demokrasi bagi Indonesia, karena partai ini dikenal teramat gigih membela konstitusi dan kultur demokrasi, di saat partai-partai lain memasukkan dirinya ke dalam sistem politik antidemokrasi.

Pada bulan Nopember 1968, pernah didirikan Parmusi (Partai Muslimin Indonesia) dipimpin Mohamad Roem untuk meneruskan cita-cita Masyumi, tetapi kandas di kuncupnya, karena Roem tidak diizinkan rezim Orba (Orde Baru) untuk berada dalam kepemimpinan. Lalu digantikan Djarnawi Hadikoesoemo, tetapi tidak lama, karena juga dinilai berbahaya oleh rezim berkuasa. Pasca Djarnawi, para pemimpin Parmusi adalah manusia-manusia jinak yang bersekutu dengan penguasa tanpa perlu diawasi lagi, karena mereka adalah pelayan kekuasaan yang sedang berlaku. Sampai tahun 1973, saat dipaksakannya penyederhanaan sistem kepartaian, parpol Islam yang masih berkibar adalah NU yang berani menunjukkan taringnya kepada penguasa, sekalipun tidak seperkasa Masyumi. Januari 1973, hanya tersisa tiga kekuatan politik yang diizinkan hidup: Golkar, PPP, dan PDI.

Golkar (Golongan Karya) selama lebih seperempat abad menjadi kendaraan penguasa militer pimpinan Jenderal Soeharto. PPP (Partai Pesatuan Pembangunan) adalah leburan partai NU, Parmusi, PSII, Perti), sedangkan PDI (Partai Demokrasi Indonesia) adalah perumahan baru bagi PNI, Partai Kristen, Partai Katolik, dan Partai Murba. Di bawah rezim Orba, posisi politik PPP dan PDI hanyalah sebagai partai pengiring, taringnya sudah digergaji. Tetapi PDI yang kemudian menjelma menjadi PDI-Perjuangan di bawah kepemimpinan Megawati Soekarnoputeri menjelang keruntuhan Orba, taringnya tumbuh kembali. Ruh Bung Karno bangkit melalui Mega dan ditakuti rezim Orba. Buahnya yang terkini adalah Joko Widodo yang mendapat mandat dari Mega untuk menjadi orang pertama di Indonesia, sekalipun bukan dari trah Bung Karno. Sungguh fenomena ini dahsyat dan dramatis!

Adapun dari parpol Islam, baik yang berasal dari kultur Masyumi secara tidak langsung (PAN, PKS, dan PBB)  mau pun yang berasal dari kultur NU  (PKB, PNU/Partai Nahdlatul Ummat) tidak satu pun, kecuali sebentar di bawah Abdurahman Wahid, yang berhasil menampilkan pemimpin nasional yang didukung publik secara luas. Di antara parpol Islam yang pernah mendapat perhatian karena militan dan berlagak suci, kemungkinan hari depannya akan kelabu, karena dalam kelakuan politiknya tidak terjalin persahabatan antara kata dan laku. Sebagian besar tokohnya sama-sama mandi berkubang dalam luluk pragmatisme, berbanding lurus dengan kebanyakan parpol lain di Indonesia. Maka ujungnya adalah: quo vadis parpol-parpol Islam? Akan terus bergumul dengan kegagalan atau menata diri kembali, demi memenangkan kepercayaan publik, sehingga mampu melahirkan pemimpin andalan dengan visi dan karakter yang kuat. Terserah kepada mereka untuk memberi jawaban secara jujur dan historis!

(republika.co.id)

Posted in (*)

SBY Akan Terima Penghargaan Tertinggi dari Singapura

Presiden SBY bersama Ibu Negara, Ani Bambang Yudhoyono.
Presiden SBY bersama Ibu Negara, Ani Bambang Yudhoyono.

JAKARTA — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) didampingi Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono selama tiga 3 (tiga) hari, mulai Selasa (2/9) sampai Kamis (4/9) akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Singapura.

Staf Khusus Presiden bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah dalam siaran persnya hari Senin (1/9) ini mengemukakan, dalam kunjungan itu, Presiden SBY akan melakukan pertemuan empat mata dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, yang dilanjutkan dengan pertemuan empat mata dengan Presiden Tony Tan Keng Yam.

“Sesudahnya, Presiden Yudhoyono akan menyaksikan penandatanganan perjanjian Delimitation of the Territorial Seas in the Eastern Part of the Strait of Singapore,” kata Faizasyah.

Selain itu, lanjut Staf Khusus Presiden bidang Hubungan Internasional itu, dalam kesempatan kunjungan ini, Presiden SBY juga akan menerima gelar Order of Temasek First Class dari Pemerintah Singapura.

“Order of Temasek First Class merupakan penghargaan tertinggi yang dapat diberikan Pemerintah Singapura kepada warga negara lain. Presiden Yuhdoyono akan menjadi warga negara Indonesia kedua yang menerima penghargaan tersebut, setelah mantan Presiden Soeharto,” ungkap Faizasyah.

(republika.co.id)

Posted in (*)

Berhijab, Melly Goeslaw Tak Akan Hapus Koleksi Tatonya

Berhijab, Melly Goeslaw Tak Akan Hapus Koleksi Tatonya

Melly Goeslaw (SenoSusanto/BION)

SEBELUM memutuskan untuk berhijab, Melly Goeslaw sempat dilanda kegalauan. Dia mengaku bingung dengan beberapa koleksi tato yang sudah melekat ditubuhnya.

Namun, setelah berkonsultasi ke beberapa ahli agama, istri Anto Hoed itu pun memutuskan untuk tetap menyatu dengan kulitnya.

“Kalau tato aku sudah pernah tanya waktu saya umroh pertama kali. Tato ini bagusnya dihapus atau enggak. Tapi ternyata semua guru dan ustadz anjurkan jangan dihapus,” ujar Melly di kawasan Kemang Utara Raya, Jakarta Selatan, Sabtu (30/8).

Dari penjelasan guru spiritual tempatnya curhat, vokalis band Potret itu mendapat wawasan bahwa yang menjadi permasalahan bukanlah pada tato.

“Pertama kan bukan tato intinya, tapi menyakiti badan yang tidak dianjurkan oleh agama. Jadi kalau saya hapus, itu menyakiti badan saya lagi, dan enggak boleh jadi double,” katanya.

“Jangan dilakukan lagi, sebisa mungkin ditutup kalau kelihatan jangan dilihatin, jangan diperlihatkan tato-nya. Sebisa mungkin tidak terlihat,” terang Melly.

Meski sekarang tampil lebih religius,  Melly menaku tidak menyesal memiliki tato di tubuhnya. Justru dia bersyukur sudah bisa melewati masa-masa itu dan memutuskan untuk tidak lagi menambah tato.

(tabloidbintang.com)

Posted in (*)

Bambang Soesatyo: PDIP Khianati Rakyat Jika Dukung Kenaikan BBM

“Jokowi harus kreatif dengan terobosan untuk menutup kebocoran”

Peluncuran buku 'Indonesia Gawat Darurat'

Peluncuran buku ‘Indonesia Gawat Darurat’ (Vivanews/AgusTH)
Politikus Golkar, Bambang Soesatyo,menyarankan Jokowi-JK beserta partai pengusungnya, yakni PDIP, untuk memikirkan kembali opsi menaikkan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) di bawah pemerintahannya nanti. Hal ini dilakukan untuk mengatasi defisit anggaran yang mengancam Indonesia.

Menurutnya, langkah tersebut dinilai sebagai ujian pertama bagi Presiden terpilih Jokowi untuk mengambil kebijakan lain. Karena itu kenaikan itu juga tidak sesuai dengan apa yang diharapkan masyarakat.

“Jokowi harus kreatif dengan melakukan terobosan-terobosan. Misalnya meningkatkan penerimaan negara, mengurangi pengeluaran yang tidak efisien, lalu menutup kebocoran-kebocoran,” ungkap Bambang ditemui VIVAnews sela-sela peluncuran bukunya berjudul Indonesia Gawat Darurat di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu 31 Agustus 2014.

Sehingga, kata dia,  defisit anggaran yang hanya berapa triliun itu bisa ter-cover, tanpa harus menaikkan BBM, karena subsidi adalah hak rakyat.

Anggota Komisi III itu juga menambahkan, PDIP yang begitu konsisten menolak kenaikan BBM di sebelum-sebelumnya kini beralih mendukung kenaikan tersebut. Ini bisa berdampak sangat buruk.

“Kalau sekarang (PDIP) menaikkan, berarti telah mengkhianati para pendukungnya, masyarakat Marhaen, dan buruh yang berpenghasilan 1-2 juta karena mereka bergantung pada subsidi tersebut,” jelasnya.

Kado Buku untuk Jokowi-JK

Dalam kesempatan yang sama, Bambang juga meluncurkan buku yang berjudul ‘Indonesia Gawat Darurat’. Buku ini tak hanya memberi rapor merah kepada pemerintahan SBY-Boediono, melainkan juga sebagai kado penyambutan bagi pemerintahan di selanjutnya Jokowi-JK.

Bambang mengatakan hal ini sebagai bentuk alarm bagi Jokowi-JK untuk mengetahui kebijakan seperti apa yang akan dilakukan ke depannya, agar tidak keliru.

“Agar tidak mengulangi berbagai kesalahan, langkah-langkah keliru dari lima tahun kebelakang, agar harapan keadilan pada masyarakat dapat tercapai,” ujar politikus Golongan Karya (Golkar) di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu 31 Agustus 2014.

Menurutnya, Indonesia saat ini sedang dilanda sejumlah kegawatan seperti korupsi, pangan, bahkan energi. Maka dari itu, ia mengharapkan ada ketegasan pada pemerintah di bawah kepemimpinan Jokowi-JK.

“Saya berharap Jokowi-JK memberi cahaya penerangan. Tidak hanya tangan di dada yang prihatin dan menghimbau saja, melainkan menunjuk, memerintah,” jelasnya.

Karena, lebih lanjut kata Bambang, kepemimpinan yang lemah dan tidak tegas tidak bisa menyelesaikan permasalahan yang dialami Indonesia.

Bambang yang merupakan anggota DPR Komisi III ini menjelaskan pada buku setebal 1.000 halaman itu keseluruhannya berupa kritikan, bukan pujian.

“Karena memang tugas saya (di Komisi III) mengawasi. Jadi, isinya kritik, bukan pujian,” jelasnya.

© VIVA.co.id

Posted in (*)